Salah satu usaha pemerintah dalam memerangi pandemi dari coronavirus disease 19 adalah dengan melakukan vaksin yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan prioritas penerima berdasarkan tingkat resiko terjangkitnya covid-19. Vaksin Sinovac pertama yang masuk ke Indonesia 6 Desember 2020 lalu diprioritaskan untuk tenaga kesehatan di seluruh layanan kesehatan sebagai kelompok utama yang berhadapan langsung dengan covid-19. Kemudian, vaksin tahap kedua yang masuk pada Februari 2021 diprioritaskan untuk masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas tinggi, sehingga sangat rentan terjangkit covid-19. Ada 11 kelompok prioritas penerima vaksin tahap kedua ini, salah satunya adalah tenaga pendidik dan kependidikan. Sebagaimana yang telah diketahui, tenaga pendidik merupakan salah satu yang memiliki peran penting atas kemajuan bangsa dan negara. Pendidikan yang berjalan secara online/daring (dalam jaringan) menuai banyak kendala dalam pelaksanaannya yang jauh berbeda dengan kebiasaan pelaksanaan pendidikan sebelum adanya pandemi. Hal ini juga menjadi kekhawatiran bersama, baik dari penyelenggara institusi pendidikan, masyarakat, maupun peserta didik itu sendiri.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa dosis yang wajib untuk diterima sebanyak dua dosis dengan dua kali penyuntikan. Maka penerima vaksin akan dilakukan dua tahap penyuntikan dengan rentang waktu kurang lebih 30 hari dari suntikan pertama. Pada tanggal 30 Maret 2021, 15 guru dan 4 karyawan SMA Al-Chasanah mendapat giliran untuk vaksin suntikan pertama yang berlokasi di Mall Kelapa Gading 5 lantai 3 pukul 14.00-15.00. Sedangkan vaksin suntikan kedua dilaksanakan pada 28 April 2021 dengan lokasi dan waktu yang sama.
Sebelum penyuntikan, dilakukan beberapa tahap screening, mulai dari registrasi, pengecekan suhu tubuh dan tensi darah, serta pengecekan riwayat penyakit. Hal ini dilakukan oleh para ahli dan tenaga medis dengan melakukan protokol covid secara ketat.

Vaksin adalah salah satu ikhtiar kita dalam melawan covid-19 dengan besar harapan herd immunity dapat terbentuk maksimal sehingga dapat menekan pertumbuhan covid-19 di Indonesia. Pandemi ini juga membuat kita semakin sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan dan peduli akan kesehatan bersama. Sebagaimana kebersihan telah diatur dalam agama Islam. Hal ini terlihat pada sebuah hadis yang berbunyi: “Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Tirmizi). Hadis tersebut menjelaskan bahwa Allah SWT sangat mencintai kebersihan dan kita sebagai umat islam sedikitnya membersihkan diri sebanyak lima kali sehari dengan berwudhu sebelum menunaikan ibadah salat.
Marilah sama-sama tetap kita terapkan protokol kesehatan covid-19 (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari berkerumun) serta senantiasa selalu berdoa dan bertaubat kepada Allah SWT agar selamat dari covid-19 dan pandemi ini segera berakhir. Semoga pendidikan di Indonesia dapat berlangsung normal serta tidak menurunkan kualitas generasi penerus bangsa ini. Aamiin.
By:Riska



